Langsung ke konten utama

Postingan

Asisten Icip - icip yang Doyan Icip - icip ke Gartenhaus Co - Working Space

Assalamualaikum... udah lama banget nih gak posting apapun di blog ini. Dikarenakan lagi gak ada ide untuk nulis, sibuk dengan perkuliahan, dan yang paling menonjol sih kayaknya karena lagi males mau nulis di blog. Okay, langsung aja deh ya.. Cerita dikit ya, ini pertama kalinya aku jadi asisten praktikum semenjak aku kuliah, hehe. Dari awal sih kepingin jadi asisten praktikum, tapi mesti keduluan sama pikiran yang males karena bakal makin padet jadwalnya. Nah sekarang jadi asisten karena emang suka sama mata kuliah ini sih, trus karena aku udah semester 7(udah tua-_-) jadi buat ngisi waktu juga kan, selain itu karena aku suka icip - icip wkwk. (3/10) Untuk pertama kalinya kita, kita kumpul perdana nih untuk ngebahas langkah selanjutnya bakal mau ngapain aja. Kita memutuskan untuk kumpul perdana di Gartenhaus Co - Working yang bertempatkan di Jl. Kenanga Indah No 1 Malang. Tempat ini bukan kafe loh, meski awalnya aku juga ngira ini kafe. Ini tuh Co - working space. Jadi kal...

maaf, aku jatuh terlalu dalam

Tak butuh pintar untuk mengetahui kenyataan yang tak selamanya sesuai. Dulu kamu hanya ingin denganku, dan aku juga hanya ingin denganmu. Tapi nyatanya hanya aku yang selalu berkeinginan seperti itu Izinkan aku mengucap maaf. Maaf aku sudah terjatuh terlalu dalam. Aku terlanjur mencintaimu begitu dalam. Maaf, aku merasa memilikimu hingga saat ini. Maaf, aku tak sepertimu, aku susah menerima keadaan bahwa kita sudah tak sejalan. Entah siapa yang harusnya kusalahkan. Ekspektasi yang terlalu tinggi atau semesta yang terlalu lambat untuk menyadarkanku. Aku butuh waktu untuk memahami bahwa semua, kita sudah tak seperti dulu. Butuh waktu untuk memaklumi nahwa hubungan ini sudah tak seperti dulu, kita tak seakrab dulu. Untuk mengerti bahwa aku sudah tidak berarti lagi. Khayalanku masih terbang tinggi, dan tanpa kusadari sepasang tanganmu tak menangkapku lagi. Jika kamu baik - baik saja, aku turut bahagia (: Harusnya aku bisa belajar, agar mengerti bahwa posisiku kelak akan te...

Hatiku, berhenti di kamu, karena rasa ini datang tanpa alasan

Awalnya, kukira aku bisa mengenalmu sebagai teman biasa seperti yang lainnya. Kukira aku bisa berbincang denganmu tanpa ada rasa yang lain. kukira aku bisa mengirim pesan tanpa menunggu balasanmu. Tapi aku salah.... Terkadang kamu menyapaku, lalu menghilang untuk beberapa waktu. Ada kalanya kamu bercengkrama dan merayu, lalu beberapa detik kemudian kamu dingin bagaikan salju. Ada saat dimana kamu mengingatku, lalu berhari - hari kamu melupakanku. Dan ada saat kamu bertanya, kemudian tak lagi peduli dengan jawabanku. Kamu lebih sering mengabaikanku dibanding peduli. Lebih banyak diam dibanding bicara. Hanya sesekali membuka celah.  Harusnya aku benci, tapi hatiku menolak. aku hanya tempat singgahmu menepi. meski aku menawarkan rumah, kamu tetap pergi. Aku tahu kita akan berakhir tanpa memulai apa-apa. Aku tak ingin berjuang sendiri. Hanya aku yang menunggu pesan darimu. Hanya aku yang berdebar mendengar suaramu. Hanya aku yang mencari-cari topik agar kita bi...

Aku Rindu

 begini kah diriku? yang bersenandung sendu dengan seuntai rinai rindu diantara jeritan sang kalbu yang terus karam dalam kubangan rindu wajahmu selalu terbayang dibenakku selalu hadir dianganku😊

Tergerus Kemajuan Teknologi, Moralitas Hilang

Saya teringat saat masih berada dalam usia bermain dulu, dimana saat akan memulai permainan tradisional hampir selalu mengawali dengan “HOM PIMPA ALAIHOM GAMBRENG”. Tak jarang saya dan teman – teman saat itu bermain berlari – larian dibawah terik matahari, berteriak – teriak, kejar – kejaran, atau pun lompat – lompatan. Bermain permainan gobak sodor, lompat tali, petak umpet, bentengan, dan sebagainya. Tak jarang orang – orang dewasa yang sekedar lewat atau menonton melerai kami jika ada yang bertengkar tentang sesuatu, tetapi setelah itu akan melanjutkan permainan itu. Dewasa ini, permainan tradisional tidak banyak dikenali oleh anak – anak zaman sekarang, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Sehingga membuat permainan tradisional tergesarkan dengan adanya permainan – permainan modern seperti playstation, nintendo, tablet , dan lain sebagainya. Padahal permainan – permainan tersebut monoton dan menjenuhkan. Padahal permainan itu tidak menghasilkan manfaat bagi tubuh. ...

Burung Enggang

Ada yang tau tentang burung enggang? Pasti yang pernah singgah atau memang tinggal di Kalimantan tau tentang burung ini. Burung enggang adalah burung yang terdiri dari 57 spesies yang tersebar di Asia dan Afrika. 14 diantaranya terdapat di Indonesia. Burung ini menyukai daun Ara sebagai makanan favoritnya, tapi tidak jarang juga makan serangga, tikus, kadal bahkan burung kecil. Burung enggang biasa bertengger di pohon yang tinggi, sebelum terbang Enggang memberikan tanda dengan mengeluarkan suara yang agak keras. Ketika sudah mengudara kepakan sayap enggang mengeluarkan suara yang dramatik. Burung ini hidup berkelompok sekitar 2 sampai 10 ekor tiap pohon. Terkadang burung terbang bersama dalam jumlah antara 20-30 ekor. Suara enggang ini sangat khas dan nyaring sekali seakan-akan memanggil sekawannya di balik pohon yang rindang. Burung enggang sekarang sudah sulit ditemukan dikarenakan pengerusakan hutan Borneo yang terus menerus. Nasib burung enggang ini sekarang sama seperti n...